Kenali Penggunaan Kartu Kredit Yang Tidak Sehat - Bintang Gemilang Law Office

Kenali Penggunaan Kartu Kredit Yang Tidak Sehat

Minimum Payment!!! Jebakan atau Solusi?
27 Maret 2020

Kenali Penggunaan Kartu Kredit Yang Tidak Sehat

Fasilitas yang diberikan oleh Bank sebagai Lembaga Keuangan melalui kartu kredit memang sangat membantu. Terlebih bagi orang orang yang mampu memperhitungan segala resikonya, biasanya mereka merupakan pengusaha berskala besar. Dengan memperhitungkan laba yang akan didapat dari usahanya pada satu tahun kedepan, para pengusaha lebih memilih mencari modal dengan pemanfaatan pinjaman Bank. Karena usaha besar yang memanfaatkan modal dari tabungan pribadi jauh lebih beresiko. Lebih baik memiliki beban membayar hutang berbunga daripada harus kehilangan seluruh tabungan atau depositonya. Dengan catatan, semua perlu melewati perhitungan untung-rugi yang matang sebelum melakukan pinjaman tersebut.

Berbeda dengan pekerja atau karyawan pengguna Kartu Kredit yang mayoritas tergiur karena fasilitas potongan harga yang didapat dari merchant tertentu. Apalagi jika Bank tersebut bekerja sama dengan restoran/kafe ternama, yang mana dapat membuat orang merasa diakui dalam lingkup sosialnya jika pengguna berkunjung ke tempat itu. Akhirnya penggunaan Kartu Kredit hanya akan bersifat konsumtif.

Di sisi lain ada pula pengguna Kartu Kredit yang hanya akan bertransaksi untuk keadaan keadaan darurat saja. Seperti keperluan kesehatan dan medis, melakukan perjalanan dinas yang tagihannya dapat diganti dari kantor (Reimbursement). Namun sangat jarang pengguna bisa benar benar memfokuskan penggunaan Kartu Kredit seperti itu. Jadi ada parameter tertentu untuk Anda bisa mengetahui apakah penggunaan Kartu Kredit masih dalam batas wajar atau malah tidak sehat.

Berikut 5 tanda penggunaan Kartu Kredit tidak sehat:

  1. Mulai mengutamakan transaksi yang konsumtif.
  2. Biasanya ini adalah awal pertanda dari penggunaan yang tidak sehat. Seperti pernyataan yang sudah dikemukakan diatas, tawaran potongan harga memang sangat menggiurkan. Terlebih ada tawaran khusus di penghujung bulan. Biasanya persentase potongan harga akan jauh lebih tinggi saat akhir bulan. Secara hitungan kasar, produk dengan nominal harga yang normal akan tampak lebih mahal jika bertransaksi tunai. Hal yang sama dapat Anda temukan pada toko toko online, ada banyak tawaran menarik jika Anda bertransaksi menggunakan Kartu Kredit. Maka dari itu banyak Pengguna yang terjebak dan tidak akan berfikir dua kali untuk segera melakukan transaksi kredit. Usahakan Anda terhindar dari hal ini.

  3. Sering memberikan transaksi pinjaman kepada teman.
  4. Masih berkaitan dengan akhir bulan, tak dapat dipungkiri bahwa ada saja kerabat atau teman yang memang satu tempat kerja dengan Anda dan meminta bantuan pinjaman pribadi untuk belanja barang tertentu yang ia perlukan. Bukan maksud melarang, namun sebagai pengguna sebaiknya Anda berhati hati agar tidak terlalu sering memberikan bantuan seperti demikian. Karena tidak menutup kemungkinan ada kerabat kerja lainnya yang akhirnya bergantung pada Anda sebagai pengguna kartu kredit untuk memenuhi kebutuhan mendesak mereka. Dan jika sudah terlalu banyak transaksi berbeda yang tidak fokus dengan kebutuhan Anda pribadi, Anda akan kesulitan untuk mengkalkulasi jumlah tagihan yang harus dibayar pada saat jatuh tempo. Atau mungkin bisa saja pada waktu jatuh tempo, teman Anda belum mampu membayar kepada Anda.

  5. Terbiasa melakukan transaksi Tarik Tunai.
  6. Pertanda berikutnya, Kartu Kredit terkadang membuat Anda merasa masih punya uang. Mungkin ada kondisi tertentu yang memaksa Anda melakukan transaksi Tarik Tunai. Seperti yang sudah Anda ketahui, Kartu Kredit juga dapat dicairkan secara tunai layaknya kartu Debit Anda. Yang membedakan adalah dana yang Anda cairkan dari kartu Debit merupakan uang pribadi Anda, sementara pencairan tunai dari Kartu Kredit adalah dana pinjaman¬ dari Bank. Sebaiknya Anda menghindari kebiasaan tersebut. Jangan sampai Anda terbebani oleh bunga pinjaman yang lebih besar akibat tarik tunai dari Kartu Kredit. Mulailah memilah mana yang Kebutuhan dan mana yang hanya sekedar Keinginan. Pangkas pengeluaran bulanan, Anda sisihkan untuk menabung agar Anda selalu memiliki simpanan untuk kebutuhan darurat.

  7. Tagihan lebih besar dari pemasukan.
  8. Jika Anda mulai hanya membayar minimum payment pada tagihan bulanan Kartu Kredit Anda, ini adalah pertanda bahwa penggunaan Kartu Kredit Anda sudah melampai batas wajar. Pemasukan Anda memang seharusnya menjadi penopang kebutuhan utama Anda, namun hanya untuk tetap menjadi nasabah yang baik, Anda harus tetap membayar tagihan minimumnya. Sementara pinjaman pokok yang sudah Anda gunakan sedikit terlupakan untuk Anda cicil. Jika sudah seperti itu, hindari untuk mencoba mengajukan pinjaman lain dengan alih alih untuk menutup tagihan pokok di pinjaman sebelumnya. Usahakan sebisa mungkin Anda dapat mencicil tagihan pokok Anda dengan penghasilan Anda pribadi.

  9. Pihak Bank mulai menghubungi Anda.
  10. Jika penggunaan Kartu Kredit sudah tidak wajar, maka hal ini akan terjadi dan mungkin merupakan pertanda buruk bagi kehidupan Anda. Pihak Bank selalu dituntut untuk bersikap professional dalam menjalankan perannya serta memang memiliki hak untuk melakukan penagihan terhadap kewajiban Anda selaku pengguna fasilitas keuangan. Ada kalanya proses penagihan menjadi momok yang menakutkan lagi memalukan. Bayangkan jika Anda sedang dalam suasana santai Bersama keluarga atau sedang menghadiri acara-acara tertentu, pihak Bank tiba tiba menghubungi Anda melalui telepon. Hal tersebut tentu dapat merubah mood Anda, bukan? Apalagi jika sudah ada jadwal penagihan ke tempat kerja atau alamat domisili Anda. Jika hal ini sudah terjadi, maka sudah saatnya Anda mencari cara untuk bisa menutup fasilitas Kartu Kredit yang Anda gunakan.

Proses penutupan kartu kredit bukanlah perkara mudah, terlebih secara Psikologis Anda sudah merasa lelah dengan penagihan penagihan terakhir Anda. Mungkin pernah terbesit pertanyaan dalam benak Anda tentang

Apakah ada cara yang mudah untuk segera menyelesaikan seluruh tagihan?

Sebetulnya semua butuh proses, mudah atau tidaknya itu tergantung dari bagaimana niat Anda untuk segera terbebas dari segala beban tagihan. Terlepas dari seberapa baik pengetahuan Anda terhadap aturan aturan pelunasan yang terbilang rumit. Yang perlu Anda lakukan adalah membuka diri pada setiap kesempatan yang dapat membantu Anda serta memiliki komitmen dalam mengatasi pelunasan/penutupan Kartu Kredit. Termasuk pada Lembaga Hukum khusus dimana Anda sebagai nasabah pengguna Kartu Kredit, dapat memiliki hak untuk menunjuk salah satu Lembaga Hukum sebagai Mediator antara Anda sebagai Nasabah dengan pihak Bank. Bukalah diri Anda pada kesempatan yang menawarkan bantuan untuk Anda. Untuk itu dari sekian banyak Jasa Penutupan Kartu Kredit, Bintang Gemilang Law Office hadir untuk memberikan Anda bantuan mediasi secara hukum, serta merangkum hal hal rumit untuk mendapatkan solusi terbaik dalam proses Penutupan Kartu Kredit untuk Anda.

Comments are closed.

WhatsApp chat